Bacok Dua Orang Tetangganya hingga Luka Parah, Seorang Pria Ditangkap Jajaran Polsek Tayap Ketapang

KETAPANG - Sorang pria di Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang ditangkap anggota Polsek Tayap, Polres Ketapang karena membacok tetangganya dengan sebilah parang.

Akibat bacokan itu, kedua bersaudara bernama BD (30) dan DI (26), warga Kecamatan Tayap terluka parah dan dilarikan ke rumah sakit.

Perbuatan itu dilakukan oleh tersangka di rumah korban yang mana tersangka dan korban memang bertetangga. Usai membacok, tersangka langsung diamankan oleh polisi.

Peristiwa pembacokan yang terjadi pada hari senin pagi tanggal Senin 19 Juli 2021, berawal dari tersangka  SAR (35) yang tiba tiba datang kerumah korban dan langsung mendatangi korban BD di dalam kamar korban.

Tanpa ada penjelasan, tersangka langsung membacok korban dan mengenai punggung telapak tangan korban sebelah kanan.

Korban yang merasa kesakitan langsung melarikan diri, selanjutnya korban DI yang mendengar keributan, keluar dari kamarnya dan tak luput menjadi sasaran amarah ptersangka.

DI pun mendapat ayunan parang dan mengenai punggu sebelah kanan korban dan mengakibatkan luka.

Beruntung kedua korban yang bersimbah darah dapat melarikan diri dan meminta bantuan kepada warga sekitar.

• Bacok Tetangga hingga Meninggal Dunia, ODGJ di Bonti Kabupaten Sanggau Diamankan Polisi

Keluarga korban pun langsung melaporkan kejadian ini kepada Polsek Tayap, selang beberapa menit anggota Polsek tayap yang dipimpin Kapolsek Tayap IPDA Adhi, S.TrK. S.T.K langsung menangkap pelaku dirumahnya tanpa ada perlawanan.

Kapolsek Tayap IPDA Adhi, S.TrK. S.T.K membenarkan peristiwa pembacokan tersebut. Akibat peritiwa itu kedua korban menderita luka serius dan kini dirawat di Puskesmas Tayap.

"Tersangka dan kedua korban ini bertetangga. Untuk motif pelaku melakukan perbuatan ini masih kita dalami, kemungkinan ada unsur dendam," terang Adhi.

"Kini tersangka dan barang bukti sebilah parang yang digunakan pelaku untuk melakukan perbuatannya sudah kita amankan di Mapolsek Tayap dan atas perbuatan ini, pelaku kita jerat dengan Pasal 2 UU darurat no 12 Thn 1951 dan atau Pasal 353 KUH pidana dan atau 351 KUH Pidana tentang Penganiayaan Berat. Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara,” tutup Adhi.

[Update Berita Polda Kalbar]